Jumat, 20 Februari 2015

The road is still long, isn't it? :)



Jalan cerita yang panjang.. iya, begitulah yang sebenarnya terjadi
Kita tidak pernah tau kemana kebahagiaan kita bermuara, jika saja saya bisa membuat segalanya sesuai rencana. Sayangnya saya tidak pernah bisa. Saya hanya manusia biasa :)
Hidup itu bagaikan drama. Kita berjalan mengikuti scenario yang di sutradarai oleh Allah. Kita ini hanya actor dan actress saja, bukan?
Bila saja semua berjalan sesuai rencana, betapa indah semuanya..
Tapi.. kita tidak boleh terus melihat dan merasakan yang indah-indah. Bukannya naïf.. tapi coba bayangkan, bila kita terus menerus merasakan semua yang indah, apa kamu tidak bosan? Rasanya kok hidup terlalu monoton ya, hehe. Kan life is never flat ;)
Dalam hal ini, yang saya maksud adalah kebahagiaan dan keindahan di dunia lho ya.. Karena semua yang indah belum tentu nikmat, kecuali di Surga, iyakan? Semogaaaa kita semua termasuk penghuni Surganya Allah ya reads.. AAMIIN YAA ROBBAL ALAAMIIN :):):):)
Semua yang terjadi pasti karena kehendak Allah. Nggak ada yang mustahil di dunia ini jika Allah sudah berkata, “IYA!”
Tapi.. terkadang kita masih suka “nggrundel” atau “ngedumel” (itu bahasa korea, reads hehehehe) manakala kenyataan yang kita hadapi tidak sesuai dengan rencana kita.. yakin deh, pasti yang baca juga pasti pernah merasakan, iyato? Hayoo ngaku :P
Sabar adalah kunci kita untuk menghadapi semua yang terjadi. Kalau nggak sabar, yakin deh, pasti kita akan selalu tersandung masalah yang selalu datang silih berganti. Kalau begitu terus, lantas kapan kita bisa menjadi hamba-Nya yang kuat alias strong dalam menjalani garis hidup?
Bukannya saya sok menggurui, saya hanya ingin berbagi, tapi ingat.. tidak semua yang saya tulis adalah masalah saya, ya :)
Karena buat saya, tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah saya kecuali diri saya sendiri dan Allah..  Bukannya saya tidak percaya terhadap orang lain ya.. Tapi tidak semua dari mereka pernah mengalami hal yang sama yang terjadi di dalam hidup saya, bahkan mungkin termasuk orang tua saya..
Maka dari itu, saya memang lebih suka menumpahkan emosi saya dalam bentuk tulisan..
Entah ini bisa menginspirasi atau tidak, ya terserah saja.. This is my life. I don’t care.. I love it :)
Selama ini saya terlalu sibuk memikirkan cinta.. terbukti dari banyaknya cerita yang saya tulis yang berhubungan dengan “Pokemon”, dan “Naruto”. Bukannya saya lebih senang menuliskan hal yang berbau cinta.. tapi saya rasa, memang hanya disinilah tempat saya mengeluarkan segala yang saya rasa terkait tentang cinta.Kalau untuk career dan masa depan saya, saya hanya perlu action nya saja :)
Walau bagaimanapun.. keduanya telah menjadi bagian dalam hidup saya :)
Sedih dan kecewa.. kata-kata itu yang sanggup melukiskan kondisi saya saat itu..
Dari mulai masalah di keluarga, sampai masalah pribadi saya.. Tapi saya selalu bersyukur karena dengan hal ini saya bisa berlatih lebih kuat dalam menjalani hari-hari saya dan masalah baru yang sewaktu-waktu bisa terjadi didepan kelak. Allah itu maha adil. Saya selalu percaya akan hal itu :)
Kalian pernah mengalami yang namanya kecewa?
Jika pernah, apa yang kalian lakukan? Hanya berdiam diri untuk waktu yang lama hingga menunggunya sadar akan kesalahannya? Atau kalian mengatakan yang sejujurnya terhadapnya walau itu menyakitkan?
Mencintai tak harus memiliki.. emm terdengar sangat naif ya?
Tapi sejujurnya walau terkesan naif, saya malah setuju dengan kalimat tersebut. Karena saat ini saya sedang berjuang untuk mengikhlaskan sesuatu yang bukan menjadi milik saya. Ya.. lagi-lagi cinta....
Tapi bukan kecewa yang saya akan bahas. Melainkan saya akan coba untuk menuliskan apa yang sebenarnya terjadi..
Saya hanya menilai berdasarkan apa yang saya lihat. Apakah saya masih salah juga? :) Itulah mengapa akhir-akhir ini saya memutuskan untuk vakum dari semua sosial media yang saya punya kecuali blog. Karena disinilah tempat saya berkeluh kesah. Terkadang, dari social media lah beberapa hal bisa juga menyakitkan hati, ya. Salah satu faktor mengapa saya jadi seperti ini juga tak lain adalah dampak dari social media. Perlu dijelaskan? Ah, I think that's not necessary :)
Saya tidak menyalahkan kamu, mungkin memang saya yang salah. Mungkin saya yang over confidence. Mungkin saya yang terlalu berharap bahwa semua akan indah pada akhirnya (walau ini memang belum berakhir). Intinya memang saya yang salah. Saya memang cengeng. Tapi akan saya buktikan bahwa mulai sekarang tidak akan ada saya lagi yang seperti itu. Iya saya berjanji kepada diri saya sendiri. Sakit ya? Tidak. Karena saya tahu rencana Allah akan jauh lebih baik dari semua yang saya inginkan. Terkadang, cobalah untuk mengerti kondisi orang lain tanpa harus orang tersebut menjelaskan. Bukannya saya sedang mencari pembenaran, tetapi sesekali cobalah renungkan jika kamu berada di posisi saya.. Apa yang kamu rasakan beberapa waktu yang lalu tidak sebanding dengan apa yang saya rasakan sekarang. Saya tidak akan mendendam.. Saya bukan typical orang pendendam. Saya tidak senegatif itu :) Saya hanya tidak mau menjadi orang yang naif :) Walau pun jujur saja, bahkan sampai saat saya menuliskan ini.. Perasaan ini memang masih sama.. tapi ya sudahlah :) Biarkan semua menjadi cerita, semua orang pasti punya cerita, kan? :)

Terkadang memang menjadi tidak tahu itu menenangkan..
Terkadang juga jika semua terjadi sesuai dengan apa yang kita mau, kita tidak akan pernah merasakan apa itu kecewa. Bahkan kita tidak akan pernah bisa merasakan bahwa kecewa itu menguatkan :)
Terimakasih untuk segalanya, ya.. Berbahagialah bersamanya :)
Bukannya saya sudah memilih jalan saya sendiri, bukan juga karena saya terlalu egois..
Saya hanya berjalan sesuai dengan alur dan melihat kondisi yang ada saat ini, jadi tolong jangan disalah artikan lagi :)
Ok enough, and the point is....
Lupakan semua ini, ya.. hilangkan semua salah paham dan memulai hidup yang baru.. Setuju? :)

Jalan masih panjang. Right?

As long as possible, there are only one. Do it! And see what will happen :)
it will prove everything. Anything else? Yes. I do! :)

Minggu, 15 Februari 2015

Saya kira, kamu telah berubah....




Jangan tanya aku kenapa ya..
Semua yang kamu lihat dan baca telah menggambarkan segalanya :")

Jumat, 13 Februari 2015

Maaf, Naruto..

Dear Naruto..
Hai, kamu :)
Kamu apakabar? Long time no see you..
Ternyata yang aku takutkan selama ini benar terjadi. Kamu pergi :")
Maafin aku ya, tadi malam aku udah salah sangka sama kamu, aku terlalu gampang percaya sama omongan orang lain, harusnya ku pastiin dulu ke kamu.. Nggak seharusnya aku bersikap seakan menyudutkan kamu..
Aku terlalu merindukan kamu, aku terlalu cemburu :"(
 Aku minta maaf, ya :")
Entah kamu mau dengarin aku atau enggak, yang jelas aku sudah berusaha menjelaskan yang sebenar-benarnya
Kamu nggak tau kondisi ku saat aku baca message dari dia. Bagaimana jika kamu yang berada di posisi ku? Apa kamu sanggup menerima kenyataan kalau seandainya semua itu benar?
Aku terlalu kalut malam itu, ditambah lagi situasi yang membuat ku jadi makin sakit, manakala kebetulan sudah hampir 2 minggu kamu bersikap dingin sama aku, kamu tiba-tiba pergi dan nggak memberi ku alasan kenapa..
Bukan maksud ku untuk menyalahkan kamu, apalagi menyalahkan keadaan. Aku cuma manusia biasa yang punya rasa sayang dan rasa peduli yang luar biasa terhadap kamu. Apa aku masih salah juga?
Kamu selalu biarkan emosi kamu memuncak dan meledak-ledak, apa aku juga salah jika aku mengingatkan kamu kalau apa yang kamu lakukan itu salah? Apa aku masih salah juga? :")
Aku tidak berharap untuk menjadi seseorang yang special di hidup kamu, menjadi "teman" yang loyal untuk kamu. Aku hanya ingin menjadi tempat dimana kamu merasa lelah, aku ingin buktikan kepada kamu kalau kamu tidak sendirian, masih ada tempat untuk mu berbagi apapun kondisi mu, dan yang harus kamu garis bawahi adalah ini : "Aku hanya salah satu orang yang sangat peduli sama kamu. Jadi bukan berarti kamu harus menjadikan ku lebih dari seorang teman, aku tidak se egois itu :)"
Kamu benar.. Aku nggak seharusnya bersikap terlalu mengkhawatirkan kamu, nggak seharusnya pula aku bersikap terlalu peduli sama kamu. Karena kita memang tidak punya status apa-apa. Kita hanya teman biasa, tidak lebih. Itu kan yang ada di pikiran kamu? Tapi bagaimana lagi, aku tidak pernah tau kenapa aku bisa merasakan hal ini? Everything happens for a reason, kan?
Kalau kamu cuma anggap aku sekedar teman, tidak lebih. Lantas, selama ini semua itu apa?
Apa lagi-lagi aku yang terlalu salah mengartikan ini semua? Dan sekali lagi, apa aku salah kalau aku berkata seperti ini?
Beginilah cara ku meluapkan emosi ku, kita sama-sama sudah dewasa, kan? Sudah bisa berfikir secara rasional. Jangan biarkan emosi kamu merajai hati kamu..

Maafin aku, Naruto..
Aku sayang kamu..

Senin, 09 Februari 2015

Untuk kamu, Naruto..

Sekarang bukan hanya Pokemon, tapi Naruto juga sudah ikut masuk di hidup ku..
Sekali lagi.. Ini untuk Naruto, ya mon :)
Hampir setaun aku nggak ngisi blog ku ini, karena saking sibuknya atau karena nggak ada inspirasi? Hehe..
Intinya aku kangen nulis!
Sore ini, di kantor. Aku sempetin untuk nulis lagi..
Hei kamu apa kabar, Naruto? Kangen! Aku kangen banget sama kamu.
Hampir 2 minggu nggak ada lagi kita yang dulu, tapi kenapa? ada apa?
Maafin aku ya, mungkin aku nyinggung perasaan kamu wkt itu..
Sama sekali aku nggak bermaksud untuk nyinggung kamu :(
Aku kangen banget sama kamu. Sumpah! Tapi.... :(
Tapi aku nggak berhak sedikit pun untuk bilang kangen sama kamu, karena aku sadar kita nggak punya status apa-apa. Terlebih dengan perubahan sikap mu yang begitu drastis, makin ngebuat aku merasa ada jarak diantara kita. Tapi apa? :(
Kamu kenapa sih? Kalau aku salah, berulang kali aku udah coba utk minta maaf. Tapi sepertinya nggak sedikit pun kamu peduli. Iya kan? :)
Aku udah terlanjur sayang sama kamu. Tapi kalau ditanya kenapa bisa? Aku cuma bisa diam dan berkata "I don't know."
Ya.. Jawaban yang terlalu classic. 2 hari ini aku mimpiin kamu. Mungkin ini cuma perasaan kangen ku ke kamu yang bertumpuk dan melebur jadi satu. Aku coba untuk nggak mikirin kamu walau sehari aja. But sorry I CAN'T!
Walau bagaimanapun, sekarang kamu sudah menjadi bagian di hidup aku, Naruto..
Kamu berbeda, baru kali ini aku merasa bisa (ya istilahnya) ku bisa tunduk dengan laki-laki yang aku sayang, jujur.. Baru kali ini, Naruto..
Kamu berbeda dengan Pokemon dan yang lainnya.. Intinya kamu berbeda. Aku nggak bisa berkata-kata
Kamu sudah tau apa yang aku rasa, tapi.. Perasaan nggak bisa dipaksa..
Aku cuma bisa diam dan mendoakan kamu dari jauh. Terlebih dengan situasi yang seperti saat ini :( Aku bisa apa? :"(
Terimakasih untuk satu semesternya, pak Wakomting..
Aku berharap kita selalu bisa bertemu di tiap semester sampai kita lulus. Aamiin :)
Terimakasih untuk segala yang pernah kamu beri untuk ku.. Walau mungkin aku yang terlalu menanggapinya terlalu jauh..
Sejauh ini, kamu lah tempat ternyaman ku (Hingga saat ini :)
Mengenal kamu adalah suatu anugerah terindah yang di berikan Allah untuk ku.
Kamu udah ngajarin aku untuk jadi orang yang kuat dalam menjalani hidup. Aku salut banget sama kamu :)
Kamu sudah tau hati ku. Aku belum tau milik kamu :")
Aku nggak berusaha untuk mencari tau karena jujur aku terlalu takut untuk mengetahui hal buruk yang bisa saja terjadi :")
Intinya, aku masih takut sakit hati :")
Kamu bisa bikin aku sedikit banyak melupakan Pokemon.
Dimanapun dan lagi apapun kamu saat ini. Take care ya..
Maaf aku belum sempat beliin kado untuk ulang tahun kamu, tapi aku sudah minta Allah yang memberikan kamu kado yang jauh lebih indah menurut versi - Nya. Mau tau ya? Rahasia dong, hehe :)
Tetap menjadi sosok yang tegar dan kuat ya.. Aku masih ingat semua janji-janji kamu, Aku masih ingat semua yang udah pernah kita lalui lho.. Semoga kamu bisa merealisasikan itu semua ya, tentunya dengan seijin Allah :)
Jangan takut. Kamu tidak sendirian kok, aku selalu ada buat kamu kapanpun kamu butuh (ingat janji ku kan? :)
Jangan nakal.. Jangan genit, nanti aku cubit lagi perut mu lho :P :)
Jangan merasa nggak ada orang yang peduli sama kamu. Jangan merasa kamu banyak musuh, itu cuma perasaan kamu aja kok.. Beneran.. :")
Aku sayang kamu.... dan akan selalu begitu.
Walau Pokemon juga special untuk ku. Tapi sekarang, jujur entah mengapa aku ingin membangun mimpi-mimpi ku bersama kamu. Bisakah? Sekali lagi, dengan seijin Allah.... :)

Terimakasih, Naruto :) 
 

Template by BloggerCandy.com