Jalan cerita yang panjang.. iya, begitulah yang
sebenarnya terjadi
Kita tidak pernah tau kemana kebahagiaan kita bermuara, jika saja saya
bisa membuat segalanya sesuai rencana. Sayangnya saya tidak pernah bisa. Saya
hanya manusia biasa :)
Hidup itu bagaikan drama. Kita berjalan mengikuti scenario yang di sutradarai oleh Allah. Kita ini hanya actor dan actress
saja, bukan?
Bila saja semua berjalan sesuai rencana, betapa indah semuanya..
Tapi.. kita tidak boleh terus melihat dan merasakan yang indah-indah.
Bukannya naïf.. tapi coba bayangkan, bila kita terus menerus merasakan semua
yang indah, apa kamu tidak bosan? Rasanya kok hidup terlalu monoton ya, hehe.
Kan life is never flat ;)
Dalam hal ini, yang saya maksud adalah kebahagiaan
dan keindahan di dunia lho ya.. Karena semua yang indah belum tentu nikmat, kecuali
di Surga, iyakan? Semogaaaa kita semua termasuk penghuni Surganya Allah ya
reads.. AAMIIN YAA ROBBAL ALAAMIIN :):):):)
Semua yang terjadi pasti karena kehendak Allah. Nggak ada yang mustahil
di dunia ini jika Allah sudah berkata, “IYA!”
Tapi.. terkadang kita masih suka “nggrundel” atau “ngedumel” (itu
bahasa korea, reads hehehehe) manakala kenyataan yang kita hadapi tidak sesuai
dengan rencana kita.. yakin deh, pasti yang baca juga pasti pernah merasakan,
iyato? Hayoo ngaku :P
Sabar adalah kunci kita untuk menghadapi semua yang terjadi. Kalau
nggak sabar, yakin deh, pasti kita akan selalu tersandung masalah yang selalu
datang silih berganti. Kalau begitu
terus, lantas kapan kita bisa menjadi hamba-Nya yang kuat alias strong dalam
menjalani garis hidup?
Bukannya saya sok menggurui, saya hanya ingin berbagi, tapi ingat..
tidak semua yang saya tulis adalah masalah saya, ya :)
Karena buat saya, tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah saya kecuali
diri saya sendiri dan Allah.. Bukannya
saya tidak percaya terhadap orang lain ya.. Tapi tidak semua dari mereka pernah
mengalami hal yang sama yang terjadi di dalam hidup saya, bahkan mungkin termasuk orang
tua saya..
Maka dari itu, saya memang lebih suka menumpahkan emosi saya dalam
bentuk tulisan..
Entah ini bisa menginspirasi atau tidak, ya terserah saja.. This is my life. I don’t care.. I love it :)
Selama ini saya terlalu sibuk memikirkan cinta..
terbukti dari banyaknya cerita yang saya tulis yang berhubungan dengan
“Pokemon”, dan “Naruto”. Bukannya saya lebih senang menuliskan hal yang berbau
cinta.. tapi saya rasa, memang hanya
disinilah tempat saya mengeluarkan segala
yang saya rasa terkait tentang cinta.Kalau untuk career dan masa depan saya, saya hanya perlu action nya saja :)
Walau bagaimanapun.. keduanya telah menjadi bagian dalam hidup saya :)
Sedih dan kecewa.. kata-kata itu yang sanggup melukiskan kondisi
saya saat itu..
Dari mulai masalah di keluarga, sampai masalah pribadi saya.. Tapi saya selalu bersyukur karena
dengan hal ini saya bisa berlatih lebih kuat dalam menjalani hari-hari saya dan
masalah baru yang sewaktu-waktu bisa
terjadi didepan kelak. Allah itu maha adil. Saya selalu percaya akan hal itu :)
Kalian pernah mengalami yang
namanya kecewa?
Jika pernah, apa yang
kalian lakukan? Hanya berdiam diri untuk waktu yang lama hingga menunggunya
sadar akan kesalahannya? Atau kalian mengatakan yang sejujurnya terhadapnya
walau itu menyakitkan?
Mencintai
tak harus memiliki.. emm terdengar sangat naif ya?
Tapi sejujurnya walau
terkesan naif, saya malah setuju dengan kalimat tersebut. Karena saat ini saya
sedang berjuang untuk mengikhlaskan sesuatu yang bukan menjadi milik saya. Ya..
lagi-lagi cinta....
Tapi bukan kecewa yang saya
akan bahas. Melainkan saya akan coba untuk menuliskan apa yang sebenarnya
terjadi..
Saya hanya menilai berdasarkan apa yang saya lihat. Apakah saya masih salah juga? :) Itulah mengapa akhir-akhir ini saya memutuskan untuk vakum dari semua sosial media yang saya punya kecuali blog. Karena disinilah tempat saya berkeluh kesah. Terkadang, dari social media lah beberapa hal bisa juga menyakitkan hati, ya. Salah satu faktor mengapa saya jadi seperti ini juga tak lain adalah dampak dari social media. Perlu dijelaskan? Ah, I think that's not necessary :)
Saya tidak menyalahkan kamu, mungkin memang saya yang salah. Mungkin saya yang over confidence. Mungkin saya yang terlalu
berharap bahwa semua akan indah pada akhirnya (walau ini memang belum berakhir).
Intinya memang saya yang salah. Saya memang cengeng. Tapi akan saya buktikan bahwa mulai sekarang tidak akan ada saya lagi yang seperti itu. Iya saya berjanji kepada diri saya sendiri. Sakit ya? Tidak. Karena saya tahu rencana Allah
akan jauh lebih baik dari semua yang saya inginkan. Terkadang, cobalah untuk mengerti kondisi orang lain tanpa harus orang tersebut menjelaskan. Bukannya saya sedang mencari pembenaran, tetapi sesekali cobalah renungkan jika kamu berada di posisi saya.. Apa yang kamu rasakan beberapa waktu yang lalu tidak sebanding dengan apa yang saya rasakan sekarang. Saya tidak akan mendendam.. Saya bukan typical orang pendendam. Saya tidak senegatif itu :) Saya hanya tidak mau menjadi orang yang naif :) Walau pun jujur saja, bahkan sampai saat saya menuliskan ini.. Perasaan ini memang masih sama.. tapi ya sudahlah :) Biarkan semua menjadi cerita, semua orang pasti punya cerita, kan? :)
Terkadang memang menjadi tidak tahu itu menenangkan..
Terkadang juga jika semua terjadi sesuai dengan apa yang kita mau, kita tidak akan pernah merasakan apa itu kecewa. Bahkan kita tidak akan pernah bisa merasakan bahwa kecewa itu menguatkan :)
Terkadang memang menjadi tidak tahu itu menenangkan..
Terkadang juga jika semua terjadi sesuai dengan apa yang kita mau, kita tidak akan pernah merasakan apa itu kecewa. Bahkan kita tidak akan pernah bisa merasakan bahwa kecewa itu menguatkan :)
Terimakasih untuk segalanya, ya.. Berbahagialah bersamanya :)
Bukannya saya sudah memilih jalan saya sendiri, bukan juga karena saya terlalu egois..
Saya hanya berjalan sesuai dengan alur dan melihat kondisi yang ada saat ini, jadi tolong jangan disalah artikan lagi :)
Ok enough, and the point is....
Lupakan semua ini, ya.. hilangkan semua salah paham dan memulai hidup yang baru.. Setuju? :)
Bukannya saya sudah memilih jalan saya sendiri, bukan juga karena saya terlalu egois..
Saya hanya berjalan sesuai dengan alur dan melihat kondisi yang ada saat ini, jadi tolong jangan disalah artikan lagi :)
Ok enough, and the point is....
Lupakan semua ini, ya.. hilangkan semua salah paham dan memulai hidup yang baru.. Setuju? :)
Jalan masih panjang. Right?
As long as possible, there are
only one. Do it! And see what will happen :)
it will prove everything. Anything
else? Yes. I do! :)





